n – O – h

Tembang-tembang dan musik pantai..Reagge berpadu Ronggeng Cerbonan

SATU DEMI SATU PENARI RONGGENG MASUK, LENGGAK LENGGOK PUPUR BEDAK YANG MENETES BERSMA KERINGAT DAN HARAPANNYA. ORANG-ORANG SEPERTI MANDOR-MANDOR MULAI MENGISI PANGGUNG,NYAWER.

BERGUNJANG SISI-SISI PANGGUNG. ORANG-ORANG PONTANG-PANTING MENCARI PEGANGAN, MENCARI RUANG. TEMPAT SEIMBANGKAN DIRI. RUANG-RUANG JADI SEMPIT, ORANG BEREBUT RUANG. OANG-OANG BERPUSARA RUANG-RUANG. HENING.

SYAIR  : Tak ada ruang di dunia ini, berpuluh tahuh aku putari bumi . Jagad raya menjadi etalase manusia. Tmpat Begitu Sulit di Dapat. Hingga Akhirnya Ku kembali ke tempat ini. Mungkin aku satu2nya manusia yang tertinggal dari pergulatan peradaban. Hingga semua sudah begitu rapat, aku masih saja mengitari Bumi. Ya..Tuk temukan Ruang, sesempit apapun….

PASA : Hai….kau kembali lagi ke sini??!! dan harus ku ceritan lagi, bahwa tempatmu bukan di sini!!?? Di sini tak lagi ada tempat. Harus ku tunjukkan lagi ??!! (SYAIR DIAM MERASA DIRI)

SYAIR : Tapi Saya Lebih menemukan ruang di sini, meski sempit, sedikit pengap tapi masih memungkinkan untuk diri saya.

PAS : Kaupun dahulu pernah mencobanya…

SYAIR : Bukankah setiap kita pasti dan selalu belajar dari kegagalan. Aku Tau sekarang..bagaimana cara membujuknya, Perjalanan telah meruncingkan lidahku sehingga sangat pandai berkicau.

PAS : Bukankah dari dahulu juga kau merasa bahwa kata-katamu itulah yang menjadi masalahmu. kau selalu mengganggap caramu berbicara yang dianggap menjadi sumber kegagalanmu?? Padahal….

SYAIR : Kau Tau apa tentang perjalanan hidupku. Aku yang sudah jelas-jelas berpusar, menjejakkan langkah-langkah pada tiap rawa, pada tiap belukar dan perdunya kehidupan ini, pada curamnya jurang bebatuan dan pada penatnya kehidupan di luar sana. aku telah putari jagat raya. Sedang Kau (MATANYA SELALU MENYALA) Sedang kau….selalu di sini! Hanya di sini!! Tak Pernah kemanapun. sedikitpun kau tak pernah beranjak dari ruang ini!!!. Mo Bicara tentang KEHIDUPAN apalagi tentang cara pandangku.

PAS : Bukan hanya kata-kata, sobat pengembara…..Bukan Caramu berbicara. Harus ada hal yang lebih mendalam jk kau memang berkehendak membujuknya dan dia menerima. Menjadikanmu sebagai kaumnya…

SYAIR : Jika hati dan fikiranku juga harus di berikan kepadanya, sampe mati juga aku lebih baik tak mampu temukan Ruang!!! Tak Akan, biar Hati dan fikiranku tetp akan aku serahkan kepadaNYA.

PAS : Terserah kamu Lah! Tapi, harus aku tegaskan sekali lagi bahwa di sini sudah tak ada ruang lagi. Tempat inipun sama dengan tempat-tempat lain yang tlah kau datangi……!!!

(GELEGAR HALILINTAR, KILAT TERUS MENYAMBAR GELAP REDUP, CAHAYA HALILINTAR. ANGIN KENCANG)

PAS : Sepak bola, Secangkir Susu dan Ganja….
             Strategi Politis-Menang kalah, manis dan membiuskan
             Hendakkah Kau mengelak bahwa kau tetap begitu merindukan tempat ini,
             Wilayah kekuasaanku!

SYAIR : Ya, Tapi tanpa MOral…

PAS  :  Tegaknya peradaban bukan hanya semata karena keluhuran pekerti manusia semata, tapi juga tegaknya perjuangan menghadapi kenyataan. Memenangkan setiap pertempuran, itu yang hingga saat ini kembali kau datang aku tidak menemukannya dimatamu, Pengembara!

SYAIR : Kau juga seperti aku Bung !
                  Dalam diammu Kau Tlah begitu melakukan pengembaraan
                  Kaupun berharap tuk tinggalkan ruang sempit ini
                  Tapi kau Pengecut, Tak berani Beranjak. Dan, pengembaraanmu hingga kini tak kunjung selesai kan?? Kau juga berharap tak Liat Nenek Renta itu lagi kan? tak mau setiap detik menyaksikan Perdebatan Si Penari Ronggeng dan Suaminya itu?

PAS : (TERKEJUT SECARA MENGHIBA) Jangan..Jangan…jangan kau ceritakan lagi tentang hal itu…!

PAS MERENGEK, MENYAYAT, PILU-LAMPU-LAMPU TEMARAM, SPOT BERGERAK CEPAT; JENDRAL-PENGEMBARA-NENEK

MIRAH : (MERENGEK  TAK TENTU…) Cucuku…kwekkee…CUCUku..kamana cucuku, Bukankah seetelah setua ini mettinya kalian ada di sini, selalu ada id samping ku…….Bukankah, kau adalah anak dari anak-anak yang telah aku besarkan. Kalian adalah anak dari anak-anak yang tlah buatku korbankan semua martabat. Semua kehidupanku adalah milik kalian. Masa tua mestinya menjadi masa perjamuan…kalian melingkar tunggu aku makan. Cucukuu…..(TERUS MERENGEK)

MIRAH : Masa tua adalah masa keemasan, masa di mana dunia akan terasa leih lapang, lebih tenang. aku merengek bukan lantaran apa-ap.Tapi, Sejak kalian mulai belajar menyapu aku selalu peringatkan hati-hati dengan gagang sapu ijuk itu….Jangan sampai patah!! Kayunya berasala dari Pohon asem keling, Pohon satu-satunya yang tumbuh di ujung air terjun. Dan Kakek Kalian yang dulu bisa menebangnya. Tali temalinya di rajut dari akar jiwa yang sudah cukup ditumbuhi lummut dan ganggang. Hampir 32 Tahun kakek Kalian membuat dan menyelesaikannya. Dan sekarang, Kalian benar-benar telah mematahkannya. aku sudah renta, Tulangku yang bongkok akan semakin menjadi bongkok

…………………….(masih mirah, menyesali sapu ijuknya yg ttlah patah………………)

PAS: Sudahlah Nek….

MIRAH : Apa..?? Kau Tak Pernah punya Cucu…!!!

PAS : Setiap Kita Pasti kan Menjadi TUA…

MIRAH : Soal Tua, Aku yang Lebih DULU merasakanyya.

PAS : Sudah Bertahun-tahun..kau sllu mengeluhkan tentang Cucumu,

MIRAH : Aku tak pernah meminta apapun dari jejak yang telah aku lewati. Ku Merasa begitu di berkati TUhan. Hingga kini aku masih tetap bs merengek. Memaki Cucuku..Aku Tidak Pernah mengharapakan smua gemerlap kehidupan. AKu sudah sangat meninkmati bgaimana aadaku saat ini. Tapi…mereka begitu tega.

PAS : Sampai saat ini..Aku belum pernah melihat anakmu. Berpuluh tahun kau di situ, selalu saja hanya cucumu yang kau panggil.

MIRAH : Mereka tlah…

PAS : PASti soal sapu ijukmu yang tlah Patah Kan?? Ku jUga sudah beribu kali dengar keluhanmu itu..Hampir setip detik kau meracau tentang itu, tentang jaman yang lebih tenang-Jaman keemasan,tak lupa membanggakan masa lalu.

 MIRAH :  Kau tidak akan pernah tahu !!!
                        Karena kau belum pernah merasakan menjadi tua.

………………………………………………….sedang berfikir, pindah ke adegan lain…………………hiihii

ANJANI : Aku Istrimu Mas. AKu Istrimu….!!!

TAM : Kau Sebut aku sebagai kedozoliman malam, hanya karena aku tak pernah mau menyentuhnmu.. Kau sebut akulah kelaknatan itu hanya karena kita tak pernah damai memperdebatkan kasih sayang yang sama-sama kita agung-agungkan. Kau sebut kasih sayang dengan memberikan sebanyak-banyaknya kepada hujan dan memint sedikit-dikitnya untukmu sendiri, Sedang aku menyebut kasih sayang dengan bukan hanya perkara urusan ranjang. Kau bisa menikmati hidupmu di luar sana. Menari! Liukkan keriput kulitmu sepanjang hari. Dan aku, kan tetap berjaga mendermakan segala derita. Apa yang kurang dari kasih sayang kita?? kau menari dengan segala rasa, segala cinta. dan akupun mabukkan keyakinan ini dengan sepenuh Jiwa. Toh, kita sama-sama menikmati diri kita masing-masing. Apalagi??

ANJANI : uNTUK APA HIDUP BERSAMA JIKA KAU TAK MAU RABA GAUN TIPIS YANG BELIKAN UNTUKKU,Untuk apa kita serumah jika hatimu tlah…..

TAM : Jadi sekali lagi kau inginkan kita Pisah?? mengharap tatapmu saja laksana menanti mentari di saat hujan mereda, Mengharapkan senyummu bagaikan….

HOUSE MUSIK MENGHANTAM, MEREKA SAMA-SAMA MABUK

TAM : AmbooiiiYY…Lepaskanku dari gemerlap cahaya ini, Biarkan ku sepi. Ku Butuh sunyi. Ramai tlah menghakimiku sepanjang masa. aku Kehilangan Peta. Tak hendakkah kita memilih hening. Ya, meski terbata…tak hendakkan dirimu teduh dalam gelap. Dalam sesak nafas minus O2?? (ANJANI  MEMANJAKAN RAMBUTNYA)

ANJANI : Ku hanya untukmu Mas…

TAM : oUggHH!! AKU INGIN MATI HARI INI…Tolonglaah.Ku yakin itu kan damaikan segala pintamu, Aku Laki-laki. Imam atas generasimu.

ANJANI : Ya Tuhaan….Mas!

TAM : Sudahlah, urusan seperti ini Tuhan tak perlu kau libat-libatkan. Tak usahlah Tuhan kau bawa-bawa. Kita bisa Kualat!!

PEMUDA : LAKI-LAKI PENURUT, AJUDAN PAS

TARI : MANTAN PACAR SYAIR WAKTU SEKOLAH

ORANG-ORANG ; DALAM ETALASE-ETALASE PUALAM KEHIDUPAN

………………………………………………………………………………………………………………………………………to be Continue…………………..Up date: 13/03/11……………….

Tan eL Hak, Bumiayu. 01:42

Tentang Tan eL Hak

Tiap-tiap pergaulan hidup di muka bumi ini, baik di Asia atau Eropa, baik dulu ataupun sekarang, terdiri oleh klassen atau kasta, yakni kasta tinggi, rendah dan tengah. semua sejarah dari semua bangsa, ialah pertandingan antara kasta rendah dan tinggi, antara yang terhisap dan yang menghisap, antara yang terhimpit dan yang menghimpit.
Pos ini dipublikasikan di pUSTaka naskah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s