Membaca Perempuan di Ujung Keris

Catatan Bacaan :


“Perempuan Di Ujung Keris”
TEATER KOREK

di Pentaskan :
di Aula UNISMA Bekasi, Jl. Cut Meutia 83 Bekasi
Rabu, 25 Juli 2012 PUKUL 20.30 Wib

Catatan sementara:

Keangkuhan Bendoro Rasyid bisa menjadi _isme_ yang saat ini sedang bergeliat dan menjadi Trend Startegi Kekuasaan di Republik ini.
Gemerlapnya Westernisasi, Kmewahan duniawi dan Bumbu-bumbu feodalisme;Patronase menjadi prasyarat mutlak dalam pnegelolaan, maupun pembangunan imej sebuah bentuk pemerintahan/kekuasaan dewasa ini. Bahwa siapa yang hidup dengan gemerlap duniawi, dengan penguasaan modal dan kapital yang berlimpah maka Citra-Kewibawaan-Popularitas akan sangat mudah untuk didapatkan. Bendoro Rasyid sebagai tokoh Bangsawan (yang dijaman itu sudah pasti kaya raya) mungkin saja tidak akan memiliki pamor sepenuhnya jika dia tidak memiliki Istri yang lebih dari satu, Rumah Gedong, orsang-orang suruhan yang sentiasa setia dan kekuasaannya yang membuata setiap oramng tua berharap bisa mempersembahkan anak gadisnya untuk diperistri oleh benroro Rasyid…

Ketamakan Sosok bendoro Rasyid adalah ketamakan sifat manusia, yang cenderung tak kunjung puas terhadap apa yang telah dimiliki. Watak menguasai dan menjadi feodal yang sesungguhnya telah merusak pribadi Bendoro Rasyid, kehendak untuk menjadi tokoh yang paling dihormati menjadi perangkap bagi kesadaran diri manusia untuk kembali kepada kesejatiannya ketika dilahirkan. Nafsu angkara manusia yang telah mengajarkan kepada kesadaran manusia, bahwa manusia adalah Jenis spesias dari Primata bergolongan Fauna.

Perempuan menjadi prasyarat mutlak badi sebuah kekuasaan primordial;feodal. Pergulatan Bathin Istri-istri Bendoro adalah Pergulatan perempuan yang diam-diam menggunjingkan tentang keberadaan rasnya, tentang arti pentingnya perempuan. Tentang betapa Feminism dan semangat gender samar-samar didemonstrasikan oleh generasi Modernis_popularism dan dimotivasi oleh semangat uhumanism universal. Perempuan juga bisa Pegang Kendali; Apakah Memang selama peradaban manusia ini ada Perempuan bukan sebagi pemegang arah gerak peradaban ini??

Hiruk pikuk kota kecil seperti bekasi_yang hampir menurut seluruh pakar kebudayaan yang menyampaikan_ adalah kota dengan kepribadian yang terbelah, juga telah melangsungkan sebuah transformasi yang pincang bagi perjalanan siklus prikehidupan di Bekasi, Penggarapan yang mencoba tuk sangat UNISMA dan Bekasi lahir juga karena tak bisa lepas dari pemahaman sang penulis Naskah tentang Realita, tentang Tradisi yang dibaca terbalik, tentang kenyataan cara fikir yang hidup dari Mahasiswa Unisma dan ambiguitas Ke Bekasian yang bergerak serta  tanpa sadar sedang dinikmati Masyarakat kini.

SELAMAT MENYAKSIKAN,
Kita Masih bisa menemukan sesuatu yang pernah kita lupakan

Salam BUdaya
AYO BEKERJA!

http://www.facebook.com/groups/154851939071/Selamat Menonton.. Semoga menemukan sedikit lupa yang pernah dicari….

Tentang Tan eL Hak

Tiap-tiap pergaulan hidup di muka bumi ini, baik di Asia atau Eropa, baik dulu ataupun sekarang, terdiri oleh klassen atau kasta, yakni kasta tinggi, rendah dan tengah. semua sejarah dari semua bangsa, ialah pertandingan antara kasta rendah dan tinggi, antara yang terhisap dan yang menghisap, antara yang terhimpit dan yang menghimpit.
Pos ini dipublikasikan di asik BELAJAR TEATER, Dokumentasi dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s