JanganKau Bunuh

Sorot matanya menatap rembulan.

Dari balik dedaunan dan ranting.

Menunggu kehadiranNya, Salam.

Seperti yang telah Kau janjikan.

Mungkin tak sampai hati berkata.

Yang kau tunggu tak akan ada di hari lain.

Entah karena sesal, atau karena naif.

Tentu dengan kebodohan para pendosa.

 

“Aku tak berdusta, aku memenuhi janji”

“Aku datang bawa sanggung, untuk membekali kuburku”

 

Mendekatlah, agar aku bisa meraba dingin dan beku.

Aku berdiri, bergandeng mesra berjabat batin.

Menarikan gerakan bersama, tepat ketika lalu lalang tadi.

Tapi, tabik tak kunjung terngiang ditelinga.

Suara yang selalu bersama, ada dalam setiap tarikan nafas.

Malam perlahan merajam dada.

 

Arie_tog

8.30 : 27 Januari 2013

Tentang Arie

Pekerja Seni
Pos ini dipublikasikan di Salam Budaya dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s