Catatan mini Workshop Pendek

 

12204996_1502426370061306_1795738359_n

Workshop Teater Dengan Pemateri Dediesputra Siregar dari Sanggar Matahari

Laboratorium Teater Korek kelihatan terus berbenah, beberapa anggota dan pengurus membersihkan ruangan, menata beberapa spot ruang yang selama ini mereka gunuakan untuk beraktifitas TEATER, bahkan merka juga mengecat dinding-dinding lab. yang selama ini mulai terlihat kusam karena sejak pertama kali Teater Korek mengelola ruangan tersebut baru sekali-kalinya Teater Korek mengecat dinding dan melakukan renovasi ringan terhadap ruang Lab. Terlihat anggota, pengurus dan simpatisan Teater Korek ikut bahu membahu kadang hingga dini hari mengerjakan perapihan-perapihan Lab. Teater tersebut.
Ya, teater Korek akan menggelar hajatan tahunan mereka, Festival Teater Pelajar II Tingkat SLTA Kota dan Kab. Bekasi. Moment yang dimulai pada tahun 2012 itu merupakan sebuah langkah proaktif Teater Korek dalam ikut terlibat dalam progresi dan perjalanan gerakan Teater di masa-masa yang akan datang. Teater Korek sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat teater secara luas, merasa memiliki tanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan Teater terutama dikalangan pelajar Bekasi. Kegelisahan karena setelah Teater Korek menginjak usia yang ke 12 tahun ternyata perkembangan komunitas Teater Bekasi seperti terus berjalan ditempat. Kesulitan menemukan calon-calon pekerja Teater yang handal menjadi kenyataan yang tidak bisa dipungkiri karena pembinaan teater tidak bisa menyentuh hingga ke Generasi Pelajar sebagai lumbung penyiapan Calon-calon penerus teater di Bekasi, Teater terkesan hanya menjadi milik manusia Teater. Kegelisahan ini juga lantaran Teater Korek melihat bahwa keberpihakan para pengampu kewenangan terhadap Kebudayaan khususnya seni pertunjukkan Teater nyaris tidak terlihat. Moment-moment pertunjukkan Teater di Bekasi sangat sulit di temukan apalagi bagi kalangan Pelajar/Sekolah. Berusaha untuk tidak menunggu apalagi bergantung terhadap arah kebijakan Pemerintah Daerah, maka pada tanggal 20-23 Oktober 2012 Teater Korek memberanikan diri menggelar Festival Teater Pelajar untuk tingkat SLTA/Sederajat baik Kota maupun Kabupaten Bekasi. Respon masyarakat/pelajar Bekasi ternyata cukup menggembirakan karena sebanyak 10 (sepuluh) Grup Teater Sekolah dari Kota dan Kab. Bekasi terlibat sebagai  peserta. Dan Selanjutnya Festival Teater Pelajar I tahun 2012 bisa dibilang sukses sebagai momentum kebangkitan Teater Bekasi.

Di Tahun yang kedua ini Teater Korek sepertinya ingin mempersiapkan pelaksaan Festival ini dengan lebih matang, Sosialisasi tentang pelaksanaan Festival Teater Pelajar (FTP) II Tahun 2013 sudah sejak jauh-jauh hari disampaikan ke Sekolah-sekolah (SLTA) yang ada di Kota dan kab. Bekasi. Tidak hanya melayangkan surat ke sekolah-sekolah yang dimaksud, Teater Korek juga megoptimalkan segala jejaring yang dimiliki dengan harapan Para pembina dan calon peserta FTP II ebih punya waktu dalam mempersiapkan karya pertunjukkannya. Tidak hanya itu Teater Korek juga menggandeng beberapa Acara Talkshow radio, Media Surat Kabar maupun media on line dalam mempublikasikan rencana pelaksanaan FTP II tahun 2013 ini.  Dan untuk meningkatkan kemampuan serta keterkaitan pertunjukkan dengan tema yang telah dipersiapkan oleh Teater Korek   dan demi membangun sinergitas dalam gerak perteateran yang selama terjadi, Teater Korek memandang penting untuk dilaksanakannya pembinaan atau lebih tepatnya latihan gabungan dalam session Worshop Pendek “Teater Bagi Pemula” yang dilaksanakan selama 1 hari penuh pada hari sabtu, 19 ktober 2013 dengan 5 (lima) materi dasar Teater yaitu Keaktoran, Penyutradaraan, artistik, Musik dan penulisan naskah  bertempat di Lab. Teater Korek, oleh sebab itu Teater Korek terlihat sedikit sibuk melakukan beberapa pembenahan Ruang Lab. demi kenyamanan pelaksanaan workshop Pendek tersebut.

Workshop Pendek

Meski mungkin sepenggal catatan tentang Workshop Pendek “TEATER BAGI PEMULA” yang teater Korek selenggarakan tetap menjadi sebuah kebutuhan.  Menghadirkan perwakilan dari 11 Grup Teater Pelajar selaku calon peserta FTP II dan beberapa Peserta dari Kampus, Sanggar -sanggar teater disekitar bekasi dan bahkan masyarakat umum. Disamping sebagai bagian dari tahapan rangkaian Pelaksanaan FTP II 2013, namun Workshop pendek ini sebenarnya terkesan sangat diutamakan bagi Anggota dan kepengurusan Teater Korek yang kemungkinan didaulat sebagai penyelenggara Festival Teater Pelajar yang terbaik khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi karena telah mampu menyelengarakan sebuah agenda reguler bagi pembinaan dan penajaman visi berteater masyarakat Bekasi pada umumnya baik dari segi pengelolaan (produksi) maupun dasar-dasar sebagi pemain teater (aktor). Festival Teater Pelajar 2013 atau yang biasa mereka namakan FTP II Teater Korek ini mengalami Banyak kemajuan pengelolaan termasuk tahapan penndaftaran dan sosialisasi mengenai Festival tahun ini sudah sejak bulan Juli  dilakukan. Disamping itu, kesadaran akan kebutuhan sebuah pembelajaran mengenai dasar-dasar Teater bagi para pelajar yang akan menjadi calon peserta festival tersebut maka dalam rangkaian aggenda Festival ini didahuliui dengan pemberian Workshp Pendek dengan tema “Teater bagi Pemula”.

Bang Dedies Putra Selaku Pemateri tunggal dalam Workshop trersebut menyatakan bahwa “Teater atau pertunjukkan adalah perwujudan kehidupan senyatanya”.  Jadi sejatinya adalah realita, adalah kenyataan yang memang sesungguhnya terjadi. Bahwa pertunjukkan adalah mewujudkan kenyataan yang ada di tengah-tengah masyarakat di atas panggung oertunjukkan. Pengaruhnya sama, energinya semestinya juga sama.  Bahwa begitu dramatisnya kenyataan yang ada disekitar kita. Respon terhadap realitas, Studi yang mengarah pada observasi menjadi penting untuk menyatakan kejujuran, agar pertunjukan bukan menjadi arena pura-pura bagi aktor-aktor yang karena jarak sang pertunjukkan terhadap realitanya.

Secara detail Bang Deds (Biasa anak Korek memanggilnya) dengan sabar dan teliti membimbing serta meberikan penjelasan segamblang-gamblangnya terhadap seluruh peserta workshop bahwa teater membutuhkan keseriusan dan pengelolaan yang detail agar pertunjukkan mampu menyampaikan pesan dengan tepat kepada khalayak. Teater membutuhkan kerja-kerja lahr bathin, mebutuhkan kejujuran dan berlandaskan kepada data-data yang dimiliki sebagai hasil dari observasi yang telah dilaukan oleh grup tersebut. Teater adalah perwujudan kehidupan yang nyata, oleh sebab itu pengamatan terhadap tema-tema yang akan diambil menjadi suatu prasyarat mutlak yang tak mungkin bisa ditinggalkan.

Panitia hendaknyamenghadirkan seluruh peserta FTP II karena kebutuhan pentingnya pemahaman tentang bagaimana pengelolaan serta proses menuju sebuah pertunjukkan teater. FTP I tahun 2012 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Teater KOrek sehingga dalam pengelolaan FTP II ini Teater Korek berusaha untuk mempersiapkan pengelolaan dari jauh-jauh hari. Banyak peserta festival yang hanya sekedar mengejar nilai estitik semata bahkan kadang cenderung seperti dibuat-buat agar lebih terkesan indah dan menarik sebagai sebuah pertunjukkan, nilai dan pesan yang akan disampaikan sering menjadi kabur,  Pertunjukkan menjadi etalase dan pagelaran manusia-manusia tanpa roh dan jiwa. Workshop pendek yang diselenggarakan Teater Korek berkehendak untuk menemukan data-data yang dibutuhkan bagi kesadaran kita sebagai manusia teater maupun mahluk sosial pada umumnya dan tidak bermaksud untuk menentukan kesimpulan bahwa gerak teater menjadi pendulum kebaikan bagi transformasi kebudayaan yang sedang bergerak ini.

Apa gunanya berkesenian jika tak Peduli dengan Derita Sekitar (Petikan Rendra….)

Selamat Berfestival, Selamat melakukan Observasi yang mendalam demi pengayaan study dan data kita dalam berteater.
Salam Budaya, AYO BEKERJA!

Gunungan

Tentang Tan eL Hak

Tiap-tiap pergaulan hidup di muka bumi ini, baik di Asia atau Eropa, baik dulu ataupun sekarang, terdiri oleh klassen atau kasta, yakni kasta tinggi, rendah dan tengah. semua sejarah dari semua bangsa, ialah pertandingan antara kasta rendah dan tinggi, antara yang terhisap dan yang menghisap, antara yang terhimpit dan yang menghimpit.
Pos ini dipublikasikan di Salam Budaya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s