MEMBUKA CATATAN FESTIVAL TEATER PELAJAR II TAHUN 2013

12351105_1502425893394687_288217780_n

Anugerah Pemenang Festival Teater Pelajar (FTP) 2; Teater Beska, Teater Cikal dan Teater Sampan

Oleh: Haris Teater Korek

Ketegangan selama tiga hari sudah surut. Kini tinggal keikhlasan dan kerelaan serta evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Menang dan kalah bukanlah tujuan utama. Menang dan kalah adalah konsekwensi logis dari sebuah kompetisi yang mencerminkan seberapa keras kemauan kita dalam berusaha. Pemanfaatan serta pengolahan potensi diri yang melekat pada setiap individu maupun kelompok melatarbelakangi menang dan kalah dalam setiap kompetisi. Namun diatas itu semua, dan yang paling penting adalah bekal pengetahuan dan pengalaman penting yang kita peroleh dari sebuah kompetisi. Dengan kompetisi, secara objektif kita mampu mengukur seberapa jauh kemampuan kita. Kemampuan yang diakui dan disepakati bersama, bukan semata−mata kemampuan yang narsistik.

Festival teater pelajar yang dieslenggarakan oleh Teater Korek UNISMA Bekasi yang berlangsung pada hari Senin−Rabu, 25−27 November 2013 Festival Teater Pelajar Bekasi 2 SMA/SMK sederajat berakhir. Festival yang di ikuti oleh sembilan group Teater dengan jumlah keseluruhan anggota kurang−lebih tigaratus lima puluh siswa/siswi ini telah kembali kesekolahnya masing−masing. Mereka membawa oleh−oleh berupa pengalaman dan pengetahuan baru untuk menghadapi festival pelajar pada tahun berikutnya. Berikut ini adalah nama−nama group teater pelajar yang mengikuti Festival Teater Pelajar Bekasi 2 tingkat SMA/SMK se−Bekasi yang diselenggarakan oleh Teater korek UNISMA Bekasi:  1). Teater Rumah Pohon dari SMK Al-muslim, 2). Teater Aksara dari SMKN 1 Cikarang barat, 3). Teater Sampan dari SMAN 8 Kota Bekasi, 4). Teater Kipas dari SMAN 2 Kota Bekasi, 5). Rumah Teater ”B” dari SMKN 11 kota Bekasi, 6). Rumah Teater “A” dari SMKN 11 kota Bekasi, 7). Teater Sembilan dari SMAN 9 kota Bekasi, 8). Bengkel Seni Kartini dari SMK Bakti Kartini, 9). Teater Cikal dari SMKN 1 Cibarusah.

Setiap usai pementasan yang dilakukan setiap group teater pelajar, panitia dan dewan juri melakukan diskusi bersama pada setiap group teater pelajar. Diskusi yang dilakukan lebih bersifat santai dan disesuaikan dengan kapasitas usia peserta yang sebagian besar adalah siswa/siswi kelas X dan XI. Hal itu dimungkinkan demi tercapainya pemahaman yang utuh bagi para peserta. Sehingga dengan diskusi yang ringan dan santai itu para peserta memperoleh pemahaman teater yang menyeluruh. Dan Festival yang di ikuti oleh peserta bukan semata−semata ajang menang dan kalah, namun lebih dari itu adalah media atau wadah untuk menyerap pengetahuan, dan dalam hal ini adalah teater yang diselenggarakan oleh panitia.

Festival sebagai media pendidikan tentu tidak selesai dilakukan barang satu kali atau dua kali. Semua itu membutuhkan proses yang amat panjang dan membutuhkan komitmen yang tinggi dari panitia dan peserta, terutama pemerintah Bekasi sebagai rujukan utama dalam pengembangan pendidikan di kabupaten maupun kota Bekasi. Sebagai media belajar teater, festival teater pelajar tentunya belum optimal membawa teater pelajar kepada potensi yang diharapkan. Hal itu harus dikembalikan lagi kepada proses sebelum festival itu diselenggarakan. Dalam hal ini adalah kelayakan tempat dan workshop teater sebagai acuan untuk festival pelajar.

Selama ini Bekasi belum memiliki tempat pertunjukan teater yang memadai. Berbeda halnya dengan Jakarta yang memiliki gedung pertunjukan teater yang sudah tersetandarisasi. Dan hal ini adalah tugas pemerintah kota Bekasi dalam mensuport setiap kegiatan kesenian di Bekasi. Bagaimanapun kebutuhan akan auditorium yang memadai sudah sangat mendesak dan tidak lagi bisa disabari. Apalagi mengingat kurikulum pelajaran Seni−Budaya SMK kelas X semester dua sudah menyentuh materi tentang teater. Ditambah lagi dengan sejumlah eskul teater yang kian tumbuh disetiap sekolah. Melihat perkembangan teater yang kian berkecambah ini, dimungkinkan akan ada banyak seniman teater yang lahir di bekasi. Dan jika pemerintah kota Bekasi tidak segera memfasilitasi dengan auditorium yang memadai, dihawatirkan potensi yang sedang tumbuh ini akan menyebar dan tidak terfokuskan lagi. Sehingga patut disayangkan bahwa potensi yang besar ini tidak terwadahi dan difasilitasi.

Menapaktilasi festival teater pelajar 1 dan festival teater pelajar 2 yang berlangsung di aula UNISMA, hingga catatan ini ditulis, belum juga ada perbaikan yang respresentatif pada aula yang digunakan sebagai gedung pertemuan itu. Banyak kerusakan disana−sini. Dan yang paling parah adalah ruang fitness yang pada festival teater pelajar bekasi 2 disulap menjadi ruang ganti peserta. Ruang fitness itu sudah tidak lagi layak digunakan. Banyak atap yang rusak dan bocor. Sehingga membahayakan bagi para pengguna ruangan itu. Contohnya adalah pada saat Festival teater pelajar 2 berlangsung. Panitia harus mengeluarkan tenaga lebih memindahkan matras dari gudang aula itu. Karena pada pada saat festival teater pelajar  berlangsung, hujan yang lebat pun  turun. Hujan yang lebat itu cukup membuat panik panitia dan peserta. Karena dengan atap yang rusak dan berlubang itu, air dengan leluasa masuk kedalam ruang ganti peserta. Sehingga genangan air semata kaki orang dewasa tak lagi bisa dihindarkan.

UNISMA sebagai universitas tertua di Bekasi harus memperbaikai ruangan itu. Karena bagaimanapun ruangan itu adalah cerminan dari kepedulian kampus terhadap nama baiknya sendiri. Banyak orang diluar kampus yang mengambil manfaat dari aula tersebut. Banyak sudah acara yang diselenggarakan di aula tersebut. Sangat disayangkan jika aula yang digunakan sebagai gedung pertemuan dan memiliki kelenturan untuk digunakan pada acara−acara tertentu tidak dirawat dengan baik.

Workshop teater akan menjadi penting manakala kita mengingat bahwa di dalam workshop terjadi transformasi pengetahuan dan praktik sekaligus. Jadi bukan semata−mata teori belaka, namun ada praktik didalamnya yang membawa pelaku workshop pada keteguhan hati dalam proses kreatif untuk festival teater pelajar pada tahun berikutnya. Tidak berbeda halnya dengan festival, menyelenggarakan workshop pun tidak semudah membalikan telapak tangan. Dan hal itu pun tidak dapat dilakukan hanya barang satu atau dua kali saja. Apalagi untuk tingkat pelajar se−Bekasi. Hal ini sekali lagi dan lagi−lagi pemerintah kabupaten dan kota Bekasi harus turut ambil bagian dalam proses yang tak mudah ini.

Betapapun idealnya konsep yang telah dikemukakan diatas, dan terlepas dari kekurangan dan keunggulan panitia dalam proses menuju festival teater pelajar yang telah diselenggarakan dahulu, tentunya sebagai kompetisi sudah dipastikan ada yang menang dan kalah. Dan inilah nama−nama group teater pelajar yang mendapatkan nominasi dan kategori terbaik Festival Teater Pelajar Bekasi 2 Tingkat SMA/SMK se−Bekasi: A). Nominasi aktor terbaik, yaitu: Tokoh Sabila, Teater Rumah Pohon, tokoh Somad, Teater Sembilan, tokoh Wita, Bengkel Seni Kartini, tokoh Penyair, Rumah Teater “A”, Pemimpin Demonstrasi, Rumah Teater “B”. B). Nominasi artistik terbaik, yaitu: Teater Cikal, Teater Sampan, Bengkel Seni Kartini, Teater Kipas. C). Nominasi musik terbaik, yaitu: Teater Kipas, Teater Cikal dan Teater Sampan. D). Nominasi naskah terbaik, yaitu: Bengkel Seni Kartini dengan naskah “ Kampung Babakan Kelor”, Teater Rumah Pohon dengan naskah “Ara Ingin Bulan”, Teater sampan dengan naskah “Ikan−Ikan”, Teater Cikal dengan naskah “Rekah”. E). Nominasi pementasan terbaik, yaitu: Teater Rumah Pohon, Rumah teater “B”, Teater Sampan, Teater Cikal dan Bengkel Seni Kartini.

Adapun pemenang dari setiap kategori dalam Festival Teater Pelajar Bekasi 2 tingkat SMA/SMK sederajat se−Bekasi, yaitu: A). Aktor Terbaik: 1). Tokoh Sabila, Teater Rumah Pohon/SMK Al-muslim dalam naskah “Ara Ingin Bulan” 2). Tokoh Somad, Teater sembilan/ SMA N 9 kota Bekasi dalam “Naskah Balada Tukang Rujak” 3). Tokoh Wati, Bengkel Seni Kartini/SMK Bhakti Kartini dalam Naskah “Kampung Babakan Kelor”. B). Artistik Terbaik: Teater Cikal/ SMK N 1 Cibarusah. C). Musik Terbaik: Teater Kipas/SMA N 2 Kota Bekasi. C). Naskah Terbaik “Ara Ingin Bulan”, Teater Rumah Pohon/ SMK Al-Muslim. D). Pementasan Terbaik: 1). Bengkel Seni Kartini/SMK Bhakti Kartini, 2). Teater Cikal/SMK N 1 Cibarusah, 3). Teater Sampan/SMA N 8 Kota Bekasi.

Demikianlah nama−nama group teater pelajar, nominasi kategori terbaik dan pemenang dalam setiap kategori. Semoga dengan festival yang telah kita rengkuh bersama itu menjadikan kita lebih dekat dengan alam, manusia dan Tuhan. Sehingga kita memiliki pijakan dan akar yang tandas dalam meresapi, meleburi dan menyikapi setiap permasalahan yang terjadi dilingkungan sekitar.

Sebagai rekomendasi ada beberapa hal yang ingin kita sampaikan  (1). Teater Korek membuka ruang kepada kelompok/seniman Teater, berkontribusi bersama (saran & kritik) atas penyelenggaraan Festival Teater Pelajar II. (2). Teater Korek akan mengevaluasi hasil Festival Teater Pelajar II demi peningkatan pemahaman berteater secara bersama untuk perbaikan Festival Teater Pelajar selanjutnya. (3). Juri Festival Teater Pelajar II berasal dari 3 wilayah yang berbeda Dediesputra Siregar (Sanggar Matahari), Semmy Ikra Anggara (STSI Bandung), Yustiansyah (Teater Gantha Unas). (4). Catatan dari hasil festival yang berhubungan dengan analisis dewan juri akan kita share/kirim ke semua group peserta Festival Teater Pelajar II dan akan dipublikasikan dimedia cetak. (5). Panitia Festival Teater Pelajar II (Teater Korek) akan mengundang semua pekerja teater (khususnya group peserta Festival Teater Pelajar II), yaitu pembina/pembimbing/sutradara/kreator). untuk mendiskusikan catatan dari hasil analisis dewan juri.

Teater korek UNISMA Bekasi sudah dua kali menyelenggarakan festival teater pelajar Bekasi  tingkat SMA/SMK se−Bekasi. Sekarang tinggal bagaimana respon positif kita baik secara perorangan maupun komunitas teater pelajar dan sanggar teater, serta pemerintah kabupaten maupun kota bekasi dalam mengapresiasi Festival Teater Pelajar 2 yang telah di selenggarakan oleh Teater Korek UNISMA Bekasi. Baik untuk Festival teater pelajar pada tahun ini dan tahun berikutnya. Wasalam! Ayo bekerja!

Tentang Tan eL Hak

Tiap-tiap pergaulan hidup di muka bumi ini, baik di Asia atau Eropa, baik dulu ataupun sekarang, terdiri oleh klassen atau kasta, yakni kasta tinggi, rendah dan tengah. semua sejarah dari semua bangsa, ialah pertandingan antara kasta rendah dan tinggi, antara yang terhisap dan yang menghisap, antara yang terhimpit dan yang menghimpit.
Pos ini dipublikasikan di Dokumentasi, Salam Budaya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s